
Hello, September 🤗
Akhirnya masuk juga ke bulan yang aku paling tunggu-tunggu di tahun 2020. Kenapa? Karena ada banyak film seru yang bakalan rilis LOL. Di bulan ini juga aku sudah berencana untuk memulai kembali tulisan di blog ini mengenai beasiswa CCI Program yang sudah pernah aku ceritakan sedikit gambaran programnya. Selain itu, dikarenakan pada tahun ini beasiswa CCI Program ditiadakan karena adanya wabah korona, sadly, jadi otomatis untuk tahun ini gak ada partisipan yang bakal berangkat ke USA untuk belajar di sana. Sehingga aku berpikir akan cocok sekali waktunya jika aku menulis serangkaian informasi tentang CCI Program agar teman-teman semua bisa punya gambaran yang lebih baik dan detail lagi mengenai program beasiswa ini. Jadi, ketika nanti beasiswa ini dibuka kembali di tahun 2021, hopefully, persiapan teman-teman semua sudah sangat mantap.
Agar lebih mudah dipahami, secara garis besar, untuk mengikuti seleksi beasiswa CCI Program ini semua partisipan akan melalui tujuh tahapan sampai bisa benar-benar bisa berangkat ke USA. Tahapan-tahapan tersebut adalah antara lain:
- Brainstorming
- Persiapan Persyaratan Administrasi
- Tahap Wawancara
- Tes TOEFL ITP
- Medical Check Up
- Pembuatan VISA Pelajar
- Pre-Departure Orientation
Brainstorming
Pendaftaran beasiswa CCI Program biasanya akan dibuka setiap awal bulan November sampai dengan akhir bulan Desember setiap tahunnya. Artinya, empat bulan sebelum tanggal penutupan seperti bulan Agustus, September, dan Oktober adalah masa-masa yang sangat tepat di mana teman-teman bisa mempersiapkan diri untuk mendaftar. Apalagi jika teman-teman bisa mulai persiapannya dari enam bulan sebelumnya atau lebih, itu akan lebih baik lagi karena setiap apa yang kita peroleh merupakan hasil dari jerih payah dan usaha kita sendiri. Jika persiapannya matang, hasilnya pun akan lebih membahagiakan.
Lalu apa saja yang bisa dilakukan di masa-masa persiapan seperti ini? Tentunya ada banyak! Hal pertama yang mesti teman-teman lakukan adalah mencari informasi mengenai CCI Program sebanyak-banyaknya, bisa dengan browsing di mbah Google, kepoin Instagram-nya akun-akun pencari beasiswa, kepoin update-an dari AMINEF Indonesia lewat official page-nya, atau yang lainnya. Semuanya bisa diperoleh dengan sangat mudah asalkan teman-teman giat membaca dan tidak boleh malas, ya! Setelah teman-teman memperoleh begitu banyak informasi tentang program ini, selanjutnya teman-teman harus pelajari apa saja yang menjadi sasaran dari CCI Program ini, seperti apa tujuan programnya, apa saja persyaratannya, berapa lama durasi belajarnya, hal-hal apa yang harus kita tonjolkan, dan sebagainya, agar teman-teman dapat menyesuaikan dengan kemampuan diri masing-masing. Jika masih ada yang kurang, bisa diperbaiki. Jika punya keunggulan, maka bisa ditonjolkan. Jangan lupa juga untuk mencocokkan profil program dengan kapasitas diri setelah mempelajarinya dengan bertanya pada diri sendiri seperti “apakah program ini yang saya cari?”, “apakah program ini cocok untuk kualifikasi yang saya miliki?”, atau “apakah program ini bisa menunjang masa depan saya?”, dan lain sebagainya. Untuk informasi tentang persyaratan umum beasiswa CCI Program, teman-teman bisa pelajari di sini.

Tugas selanjutnya pada masa brainstorming ini adalah mencari koneksi sebanyak-banyaknya. Koneksi ini bisa teman-teman peroleh dengan mencari kontak para alumni, mencari forum diskusi online mengenai CCI Program, atau mengajak teman-teman yang sama-sama tertarik agar bisa sharing ide satu sama lain. Cara ini akan sangat berguna di kemudian hari jika teman-teman mengalami kesulitan dalam melengkapi persyaratan atau akan membantu ketika teman-teman kebingungan atas instruksi yang diberikan pihak penyelenggara. Dengan bertanya kepada para alumni yang pastinya sudah berpengalaman, teman-teman akan lebih mudah dalam mengikuti proses seleksi tahap demi tahapnya. Percayalah bahwa proses seleksi beasiswa CCI Program ini akan sangat menguras tenaga, waktu, dan pikiran teman-teman semuanya, jadi penting sekali bagi teman-teman untuk bisa selalu bertukar pikiran atau hanya sekadar saling memberi semangat sehingga bisa menghilangkan stres. Jika teman-teman membutuhkan kontak para alumni CCI Program periode 2019/2020, bisa kepoin artikelku tentang profil lengkap mereka di sini ya.
Biasanya, halaman pendaftaran di situs AMINEF sendiri akan mulai dibuka pada awal bulan November setiap tahunnya. Akan tetapi, sebelum itu AMINEF akan tetap menyediakan format aplikasi tahun terakhir di websitenya mereka yang bisa teman-teman unduh. Nah, di saat inilah waktu yang tepat bagi teman-teman untuk mulai mempelajari apa saja yang diminta di dalam isian aplikasi. Di dalam formulir aplikasi tersebut juga, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab dalam bentuk esai. Di masa brainstorming inilah teman-teman harus sudah mulai menulis beberapa ide dan draft jawaban dari jawaban-jawaban tersebut. Akan lebih baik lagi jika teman-teman bisa melakukan riset mengenai ide jawaban-jawaban tersebut. Jadi, ketika nanti pendaftarannya sudah dibuka dan formulir aplikasi yang terbaru sudah tersedia, teman-teman bisa mengembangkan tulisan esainya dari ide-ide yang sudah dibangun sebelumnya.
Persiapan Persyaratan Administrasi
Sebagaimana tertulis di website resmi AMINEF Indonesia, bahwa untuk daftar CCI Program ini, teman-teman diwajibkan menyiapkan dan mengumpulkan dokumen-dokumen di bawah ini:
- Formulir aplikasi yang sudah di sini lengkap.
- Sertifikat IELTS atau TOEFL terbaru.
- Fotokopi ijazah dan transkrip nilai SMA.
- Fotokopi transkrip D1/D2/D3/S1.
- Fotokopi KTP atau paspor.
- Surat keterangan bekerja.
Semua dokumen di atas harus tersedia dalam bahasa Inggris dan sudah dilegalisasi oleh pihak sekolah/universitas/institusinya masing-masing. Untuk informasi lengkap mengenai persyaratan administrasi beasiswa CCI Program, teman-teman bisa baca di sini. Dan untuk informasi lengkap mengenai persiapan dokumen tersebut, teman-teman bisa baca di artikel tips & tricks menyiapkan dokumen beasiswa CCI Program berikut.
Tahap Wawancara

Setelah dokumen persyaratan dan aplikasi dikirim ke pihak AMINEF, teman-teman akan memasuki masa penantian yang kurang lebih akan memakan waktu sekitar 1-2 bulan tergantung dari kapan aplikasi tersebut dikirim karena AMINEF perlu mensortir berkas-berkas yang sudah masuk di kantor mereka. Sebagai gambaran, untuk periode 2018 jumlah aplikan yang mendaftarkan dirinya ada sebanyak 900 lebih orang dan ada sekitar 800 lebih orang untuk periode tahun 2019. Jika aplikasi dan esai teman-teman lolos seleksi administrasi yang artinya pihak penyelenggara ingin mengenal profil teman-teman dengan lebih baik, maka teman-teman akan diundang untuk melakukan wawancara. Biasanya pengumuman lolos atau tidaknya aplikan ke tahap wawancara akan diumumkan sekitar akhir bulan Januari atau awal bulan Februari setiap tahunnya.
Di tahap wawancara, pihak AMINEF akan melakukan pembagian kelompok berdasarkan daerah asal para aplikan. Misalnya, para aplikan yang berasal dari pulau Jawa akan diundang wawancara di hari yang sama, teman-teman dari wilayah Pulai Kalimantan akan diundang wawancara di hari yang sama berikutnya atau sebelumnya, dan begitu seterusnya. Dengan kata lain, teman-teman akan bersaing dengan orang-orang dari wilayah yang sama dengan ketika teman-teman melakukan wawancara. Di tahun 2018, dari 900 lebih aplikan, ada sekitar 60 orang yang diundang wawancara dan sekitar 50 orang pada tahun 2019. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tahap wawancara, silakan teman-teman baca di sini.
Tes TOEFL ITP
Meskipun di tahap seleksi administrasi teman-teman harus mengumpulkan sertifikat TOEFL atau IELTS, akan tetapi pihak AMINEF akan meminta teman-teman untuk mengambil tes TOEFL ITP ulang untuk memverifikasi keabsahan perolehan skor yang teman-teman miliki. Bisanya tes ini akan diadakan di Jakarta dan waktu pelaksanaannya adalah satu hari sebelum atau sesudah tahap wawancara. Tenang saja! Teman-teman gak perlu khawatir soal biaya tes karena pihak AMINEF sendiri yang akan membiayai administrasi pendaftarannya.

Misalnya, aplikan dari wilayah Pulau Sumatra akan diwawancara hari Senin tanggal 26 Januari, maka keesokan harinya yaitu Selasa tanggal 27 Januari, teman-teman dari Pulau Sumatra akan melakukan tes TOEFL. Selain itu, misalnya aplikan dari wilayah pulau Papua akan melakukan wawancara satu hari setelah aplikan dari Pulau Sumatra, yaitu di tanggal 27 Januari. Berarti satu hari sebelumnya di tanggal 26 Januari, teman-teman dari Pulau Papua akan melakukan tes TOEFL terlebih dahulu.
Usahakan agar tetap tenang dan pastikan sudah menguasai semua aplikasi dan jawaban esai yang sudah teman-teman buat sehingga bisa melaksanakan tahap wawancara dengan maksimal. Baca di sini untuk gambaran detail tahap wawancara dan tips triknya.
Medical Check Up
Setelah melakukan wawancara di kantor AMINEF dan mengikuti tes TOEFL ITP di Jakarta, teman-teman lebih kurang akan menunggu sekitar maksimal 1 bulan untuk dapat memperoleh informasi selanjutnya mengenai status seleksi teman-teman. Jika teman-teman mendapatkan email untuk melakukan tes kesehatan, bisa dikatakan teman-teman sudah berhasil menempuh 70% dari tahapan seleksi karena dari pengalaman-pengalaman para alumni di tahun-tahun sebelumnya, rata-rata aplikan yang sudah lolos sampai tahap medical check up akan lolos sampai tahap akhir. Sekali lagi, ini hanyalah asumsiku dan teman-teman alumni yang lain, ya! Tentu saja akan selalu ada situasi force major dalam setiap keadaan.
Pihak AMINEF tidak menyediakan rekanan rumah sakit atau penyelanggara tes untuk tahap medical check up ini sehingga teman-teman harus melakukan semua tes kesehatan dan melengkapi dokumennya sendiri. Ada beberapa tes yang akan diminta AMINEF, seperti tes kesehatan umum, vaksin, dan tes TBC yang harus teman-teman cari sendiri ketersediannya. Periode waktu yang diberikan AMINEF untuk melakukan dan melengkapi dokumen kesehatan adalah sekitar dua minggu saja. Maka dari itu, jika teman-teman mendapatkan email untuk tes kesehatan, sebisa mungkin keesokan harinya harus sudah siap action dan yang paling penting harus bisa dilakukan dengan manajemen waktu yang cukup baik. Baca di sini untuk informasi lengkap mengenai tahap medical check up.
Pembuatan VISA Pelajar

Setelah hasil tes kesehatan dinyatakan lolos, maka teman-teman akan menerima email undangan yang akan diterima sekitar 2-3 minggu setelah tes kesehatan ditutup untuk melakukan tes wawancara VISA di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Tetapi sebelum itu, tentunya teman-teman harus melakukan pendaftaran diri secara online melalui website resminya. Adapun jenis VISA yang akan didaftarkan adalah VISA J-1 untuk pertukaran pelajar. Untuk mengisi aplikasi VISA J-1 ini, teman-teman harus menyiapkan beberapa dokumen seperti berkas aplikasi, paspor, ijazah, kartu keluarga, akte kelahiran, dan dokumen pribadi lainnya. Teman-teman tidak perlu khawatir akan kebingungan saat mengisi aplikasi online tersebut karena pihak AMINEF akan memberikan petunjuk pengisian secara terperinci melalui email dan buku panduan. Staff-staff AMINEF juga akan selalu siap sedia jika teman-teman ingin bertanya seputar cara pengisian aplikasi VISA online.
Setelah pengisian formulir online tersebut, barulah teman-teman akan menerima email baru mengenai jadwal wawancara VISA yang akan dibagi secara berkelompok. Ada beberapa hal yang akan diinformasikan oleh staff AMINEF di kantor Intiland Tower sebelum teman-teman datang ke Kedutaan Besar. Itulah kenapa AMINEF mengundang teman-teman untuk datang ke kantor AMINEF terlebih dahulu sebeluh menghadiri wawancara VISA. Selengkapnya mengenai tahap pembuatan VISA bisa dibaca di sini.
Pre-Departure Orientation
Yup! Akhirnya sampai juga di tahapan yang paling akhir, yaitu Pre-Departure Orientation atau tahap persiapan keberangkatan. Jika teman-teman menerima email undangan dari AMINEF untuk menghadiri PDO di Jakarta, artinya selamat! Teman-teman sudah resmi dinyatakan sebagai penerima beasiswa CCI Program! Biasanya email ini akan teman-teman terima sekitar satu bulan setelah tahap wawancara VISA di Kedubes. Tenang saja! Di tahap ini tidak ada lagi berkas-berkas yang harus dilengkapi atau tidak ada lagi wawancara yang harus teman-teman hadapi. Di tahap ini teman-teman akan diberikan pembekalan agar siap diberangkatkan ke dan tinggal di Amerika Serikat selama setahun ke depan.
Cerita seru tentang Pre-Departure Orientation dan apa saja yang aku lakukan bersama teman-teman penerima beasiswa CCI Program periode 2019/2020 bisa dibaca di sini ya. Dijamin seru dan bermanfaat, hehehe…

Jadi, begitulah gambaran tahap demi tahap dalam proses seleksi beasiswa CCI Program ini. Aku berharap tulisanku yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi teman-teman pembaca semuanya. Semoga wabah korona ini cepat berakhir sehingga semua pemburu beasiswa di Indonesia, dan dunia, bisa mengejar cita-citanya kembali untuk bersekolah ke luar negeri melalui jalur beasiswa, ya! Amin…
Jangan lupa juga untuk cek artikelku yang lain di blog ini ya 😁
Thank you for being patient reader.
Sampai ketemu di postingan berikutnya!




Leave a comment