Jembatan Golden Gate di San Francisco, dokumentasi pribadi.

Tulisan ini adalah bagian kedua dari Menelurusi Kota San Francisco di Utara California. Silakan baca bagian pertamanya dulu kalau teman-teman belum sempat, biar jalan ceritanya nyambung dan lebih asik untuk dibaca 🤗

Hari kedua di San Francisco pun tiba, disambut dengan sinar matahari yang menghangatkan kami di dalam rumah. Dengan badan yang masih lemas dan muka yang sedikit agak kaya panda, eh, kami bersiap-siap untuk memulai petualangan baru. Yang peremuan sibuk di dapur, ada yang masak, ada yang cuci piring, ada yang potong sayuran, semuanya kerja bersama-sama. Yang laki-lakinya ada yang sedang menunggu antrean kamar mandi, ada yang beres-beres kamar, ada juga yang masih leha-leha, wkwkwk.

Menuju terminal bis, dokumentasi pribadi.

Hari ini kami berencana untuk mengunjungi icon kota San Francisco yang paling terkenal. Tepat pukul 10 kami berangkat dari apartemen. Perjalanan ke pusat kota atau tempat wisata yang lainnya memakan waktu sekitar 15-20 menit menggunakan bis kota. Sedangkan, dari apartemen yang letaknya berada di Daly City, sehingga kami harus berjalan kaki dulu untuk bisa mengambil bis dengan rute ke tempat tujuan.

Pusat turis Golden Gate Bridge, dokumentasi pribadi.

Selama di perjalanan, banyak sekali mahasiswa yang masih aktif di kampus sekitar kota yang naik bis bersama kami. Kebetulan di San Francisco sendiri belum memasuki waktu liburan musim dingin seperti yang sudah kami lakukan dari luar negara bagian. Kami turun dari bis di pemberhentian ke-15, dan langsung bisa melihat gedung Welcome Center, sebuah tempat informasi dan toko pernak-pernik bagi para turis yang berkunjung.

Memasuki gerbang Selatan Golden Gate Bridge, dokumentasi pribadi.

Yup! Destinasi pertama kami pada hari tersebut adalah Golden Gate Bridge yang terkenal sekali. Jembatan suspensi yang didesain oleh Joseph Strauss di tahun 1917 ini memiliki ketinggian sekitar 227 meter dan membentang sepanjang 1,6 km menghubungkan kota San Francisco Peninsula dengan Marin Country di atas Samudra Pasifik. Ketika dibuka pertama kali pada tahun 1937, Golden Gate Bridge ini sempat menjadi jembatan yang paling tinggi dan panjang di dunia.

Foto grup di depan Golden Gate Bridge, dokumentasi pribadi.

Beruntungnya, saat itu tidak turun hujan seperti hari pertama dan cuacanya tidak terlalu dingin sehingga kami bisa dengan leluasa berjalan kaki di wilayah Golden Gate Bridge. Di sebelah gerbang masuk jembatan, ada sebuah taman kecil yang memberikan beberapa informasi mengenai jembatan tersebut melalui poster dan patung.

Kami menikmati pemandangan di sekitar jembatan selama lebih kurang 3 jam, termasuk foto-foto dan juga makan siang. Untuk perbekalan, kami sudah membawa nasi goreng buatan Kak Herlina masing-masing di kotak makan yang kami beli seharga 1 dollar per 4 kotak dari Dollar Tree. Murah bukan?

Pemandangan dari atas Golden Gate Bridge, dokumentasi pribadi.

Setelah makanan siang kami habis, kami kemudian melanjutkan perjalanan lagi menuju ke pusat kota untuk mengunjungi beberapa tempat yang belum sempat kami datangi pada hari pertama menggunakan bis. Untuk tarif bis sendiri aku lupa berapa, tapi yang pasti adalah setiap hari kami beli tiket baru yang berlaku selama 24 jam tanpa batasan jumlah perjalanan sehingga harganya bisa lebih murah. Untuk detailnya nanti aku akan tulis di artikel terpisah dengan keuangan selama liburan di San Franscisco, ya!

Kak Ria foto di depan The Palace, dokumentasi pribadi.

Tempat kedua yang kami kunjungi adalah The Palace of Fine Arts yang letaknya tidak jauh dari Golden Gate Bridge tadi. Tempat ini adalah semacam taman yang di dalamnya ada sebuah bangunan megah dan besar bergaya Eropa klasik yang melingkari sebuah danau kecil di bagian tengahnya. Tempatnya sangat cocok untuk bersantai, berjalan kaki, piknik, olahraga, maupun berswafoto.

Bergaya di depan icon The Palace of Fine Arts, dokumentasi pribadi.

Sebenarnya tidak banyak yang bisa dilihat di tempat ini selain bangunan dan pemandangannya. Akan tetapi, kami menyempatkan untuk berkeliling dan beristirahat sejenak di The Palace of Fine Arts ini. Walaupun kelihatannya foto-foto yang kami ambil bagus dan keren, percayalah bahwa di balik foto-foto tersebut selalu ada cerita dan perjuangan lucunya seperti yang dilakukan Kak Nisa ini. Ngapain coba foto di semak-semak? Hahaha 🤣

Setelah berhasil berjalan memutari danau sebanyak satu kali, akhirnya kami bergegas menuju halte bis untuk melanjutkan perjalanan kembali. Pada saat itu sekitar pukul tiga sore waktu setempat dan cuacanya lumayan bagus, ada sinar matahari dan tidak terlalu kencang angin walapun masih tetap terasa dingin, sekitar 14 derajat Celcius.

Foto di halte bis aja bagus, dokumentasi pribadi.

San Francisco City Hall adalah destinasi yang kami kunjungi berikutnya. Tempat ini adalah semacam gedung walikotanya San Francisco yang dibuka secara umum bagi setiap pengunjung lokal ataupun turis. Akan tetapi, ada beberapa bagian ruangan di dalam gedung yang tidak bisa dikunjungi untuk alasan keamanan. Untuk masuk ke dalam gedung City Hall ini, setiap pengunjung tidak diperbolehkan membawa tas atau ransel yang berukuran sedang maupun besar dan akan diperiksa melalui pintu X-Ray seperti biasanya. Untuk barang-barang lain seperti hp, kamera, atau dompet bisa di bawa seperti biasanya.

Dari kiri ke kanan: Kak Ria, Bang Ian, Alex, Daris, dokumentasi pribadi.

Di tempat ini, kami juga bertemu dengan Alex, yang sudah janjian sebelumnya dan sama-sama datang dari Chicago seperti Kak Ria, yang kebetulan sedang berlibur di San Francisco juga. Sayangnya teman Alex yang satunya lagi, Diomeri, tidak bisa ikut bergabung karena sedang tidak sehat sehingga harus beristirahat di hotel tempat mereka berdua menginap. Jadi, dari titik ini jumlah rombongan kami bertambah satu menjadi 11 orang.

Penerima beasiswa CCI Program dari Indonesia, India, Brazil dan Dominican Republic di depan CIty Hill, dokumentasi pribadi.

Pemandangan di sekitar City Hall juga tidak kalah menariknya. Banyak gedung-gedung tinggi dan bangunan-bangunan klasik yang enak dipandang mata. Dekorasi di area City Hall pada saat itu sedang ditata dengan tema Natal yang akan segera datang dalam beberapa hari kala itu. Ketika kami selesai mengunjungi gedung City Hall, tepat sekali sedang sunset dan hari mulai gelap sehingga pemandangan kotanya tambah cantik dengan gemerlap lampu-lampu di sekeliling kami.

Jose sama Kak Windy, dokumentasi pribadi.

Akhirnya, tibalah saatnya bagi kami untuk mengunjungi tempat terakhir di San Francisco berhubung hari sudah semakin gelap dan kami juga belum makan lagi. Dari City Hill kami perlu menaiki kereta bawah tanah yang letaknya hanya beberapa meter saja dari sana. Kami juga tidak perlu bayar tiketnya lagi karena sudah termasuk di dalam tiket harian yang kami beli.

Pemandangan dari puncak Twin Peak, dokumentasi pribadi.

Tempat yang satu ini sangat wajib dikunjungi jika teman-teman punya kesempatan berlibur ke San Francisco, namanya Twin Peak, ada di sebelah Selatan dari pusat kota tadi. Pemandangan malam hari dari lokasi ini sangat menakjubkan. Kami bisa melihat pemandangan kota yang sangat luas dan indah dari titik paling tinggi di San Francisco ini. Walaupun begitu, perjalanan menuju puncaknya tidak terlalu jauh dan menguras tenaga, lho. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk bisa sampai ke atas melalui anak tangga yang sudah disediakan. Jika punya waktu yang cukup lama, aku sarankan untuk datang ke sini di saat matahari terbit atau terbenam juga. Pasti akan luar bisa juga pemandangannya.

Foto di puncak Twin Peak, dokumentasi pribadi.

Selesai turun dari Twin Peak, kami bergegas menuju ke pusat kota lagi untuk mencari makan malam. Waktu pada saat itu sudah cukup larut, sekitar pukul 8 malam waktu setempat. Setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk pergi ke arah Chinatown yang berada tidak jauh dari City Hall tadi untuk membeli makan malam di sana. Setelah makan malam di salah satu restoran ramen yang ada di dalam kompleks Chinatown, kami pun pulang kembali menuju apartemen menggunakan bis seperti biasanya.

Arpita sedang bersandar ke Kak Nisa karena kelelahan, dokumentasi pribadi.

Begitulah cerita perjalanan kami pada hari kedua di San Francisco. Sebagai tambahan, semua tempat yang telah kami kunjungi di atas tidak perlu bayar lagi sebagai biaya tiket masuk, artinya gratis! Jadi, kami tidak mengeluarkan uang apa-apa lagi untuk keperluan perjalanan seharian kecuali tiket bis yang sudah kami beli pertama kali di pagi hari dan biaya makan malam yang kami beli di restoran tadi. Bagaimana menurut kalian? Apakah sudah sesuai dengan jalan-jalan ala mahasiswa? 😆

Sayangnya, ini adalah perjalanan terakhir kami di San Francisco 😩 Tapi tenang saja! Aku akan posting lagi artikel tentang detail total budget yang kami keluarkan untuk berlibur di San Francisco yang belum sempat aku bahas. Ditunggu, ya!
Thank you for being patient reader.
Sampai ketemu di postingan berikutnya!

Leave a comment

Trending

Design a site like this with WordPress.com
Get started