Semalam sebelum kegiatan PDO, Dokumentasi Pribadi

Hi, netizen! Happy to see you again. Di hari yang berbahagia ini, saya ingin membagikan informasi penting untuk teman-teman semuanya. It’s because we are officially awarded as CCI Program Fellows 2019/2020, yeaaaaay! Saya harap informasi yang saya berikan ini bisa memberikan manfaat yang baik untuk teman-teman semuanya di kemudian hari, amin.

Well, sebelum saya lanjutkan ke bagian profil masing-masing grantees, saya akan kasih tau dulu kalau di tahun ajaran atau angkatan 2019/2020 ini penerima beasiswa CCI Program berjumlah 26 orang dari berbagai wilayah di Indonesia. Dari ke-26 orang yang bisa disebut sebagai grantees tersebut, ada 3 jenis sponsorship yang digunakan untuk membiayai semua kebutuhan selama program berlangsung. Sponsorship yang pertama ialah dari CCC atau Community College Consortium yang berada jauh di tanah Paman Sam-Amerika sana. CCC adalah organisasi yang mengelola program pertukaran pelajar internasional untuk belajar di Amerika. Jadi, bisa dikatakan beasiswa yang disediakan AMINEF ini datang dan dikelola oleh CCC, melalui pengawasan dan atas dasar kewenangan US Departmet of State. Dengan singkat kami biasa menyebutnya, provided by AMINEF under CCC on behalf of US Department of State.

Sponsorship yang kedua adalah PT Freeport Indonesia, yang selama beberapa tahun terakhir sudah berpartisipasi sebagai donatur dalam program CCI ini. PTFI berpendapat bahwa lulusan CCI Program ini memberikan banyak dampak dan perubahan yang positif bagi lingkungan bermasyarakat di tanah Papua.
Dan sponsorship yang terakhir adalah Indonesia-USA 70th Annual Award yang diberikan oleh US Departement of State Jakarta untuk memperingati hari jadi yang ke-70 untuk hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika pada tahun 2019 ini.

Tanpa berlama-lama dan panjang lebar lagi, mari kita intip bersama profil singkat dari masing-masing CCI Program Fellows 2019/2020!!!

1. Ade Sulmi Indrajat

Bang Ade ini asalnya dari Bantaeng, Sulawesi Selatan. Sebelum diterima sebagai CCI participant, Bang Ade lulus dari program studi Bahasa Inggris di UIN Alauddin, Makassar dan melanjutkan karirnya dengan bekerja

sebagai Staff Komunikasi dan Hubungan Masyarakat di organisasi pemerintahan yang biasa kita kenal dengan Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP. Nantinya di Amerika, Bang Ade akan belajar pada bidang studi Media di Northen Virginia Community College (NVCC), Annandale Campus, Virginia.
Bang Ade ini orangnya lucu, gemesin, apalagi perutnya ituloh yang kaya tahu bulat. Bisa buat ndusel-ndusel atau senderan kalau kalian lagi kesepian dan galau, eaaaaa hahaha.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Bang Ade dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

2. Adrian Latupeirissa

Bang Adrian atau lebih familiar dipanggil Ian ini datang dari Ambon, Maluku. Bang Ian ini adalah sarjana Pendidikan Bahasa Inggris lulusan Universitas Pattimura dan akan belajar tentang Teknologi Informasi

di Houston Community College (HCC), Houston, Texas. Bang Ian ini ketika malam culture performance main gitar sambil nyanyi gitu, gimana gak bikin hati wanita-wanita di luar sana meleleh kaya lilin yang dibakar api coba hahaha. Udah pinter, anak IT, jago nyanyi, jago main gitar pula, kurang apa coba yekan 😀
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Bang Ian dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

3. Agus Salim

Pak Agus yang gak mau disebut ‘Bapak’ ini tinggal di Lombok, NTB. Pak Agus ini jebolan Bahasa Inggris dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Lombok. Beliau aktif berkecimpung di berbagai kegiatan NGO dan

merangkap sebagai penyiar radio. Pak Agus juga pernah berkunjung ke berbagai negara termasuk India untuk melaksankan tugas dan pengembangan karirnya. Nantinya Pak Agus akan belajar pada bidang Media di Northen Virginia Community College (NVCC), Annandale Campus, Virginia.
Pak Agus ini orangnya ceria, baik hati, dan murah senyum. Jadi, buat teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Pak Agus dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

4. Andrew

Bang Andrew yang punya impian jadi Youtubers papan atas ini berasal dari Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Bang Andrew adalah sarjana Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Palangka Raya.

Bang Andrew akan belajar tentang Business Management and Administration di Scottsdale Community College (SCC), Scottsdale, Arizona. Bang Andrew itu orangnya asik parah loh gaes. Udah gitu pas PDO Juni lalu, Bang Andrew ini nyanyi lagu A Whole New World yang lagi hits gitu. Beeeeh, suaranya men udah kaya finalis Indonesian Idol. Kalau aku sih Yes!
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Bang Andrew dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas. Kalian juga boleh support channel youtube-nya Bang Andrew ini dengan cara subscribe di halaman Channel YouTube Andrew Soan, lho!

5. Aninda Nurul Hadijah

Kakak cantik Aninda atau Kak Anin ini asalnya dari Palopo, Sulawesi Selatan. Sebelum ikut CCIP, Kak Anin ini bekerja sebagai tenaga pengajar di Taman Kanak-Kanak. Setelah berangkat ke Amerika, Kak Anin akan

memfokuskan dirinya lagi pada bidang Pendidikan Anak Usia Dini di Northen Virginia Community College (NVCC), Alexandria Campus, Virginia. Walaupun kalau bercanda Kak Anin suka bilang kalau otaknya dia kosong, tapi itu hanya bualan belaka gaes. Jadi kalian jangan percaya kalau Kak Anin bilang gitu ya gaes. Namanya juga wanita, susah untuk dimengerti jalan pikirannya, hahaha.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Anin dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

6. Annisa Rosdiana

Kalau kakak cantik yang satu ini adalah mojang Bandung, Jawa Barat. Saya biasa panggil Kak Nisa tapi teman-teman yang lain biasa panggil Nica. Kak Nisa ini bekerja sebagai ahli IT di

perusahaan penelitian teh kina. Kak Nisa ini jebolan Politeknik di bidang Computer Engineering. Kak Nisa juga pernah melakukan penelitian tentang teh selama beberapa bulan di India, hebat khan! Nanti di Amerika, Kak Nisa akan mendalami ilmunya di bidang Informasi Teknologi, di Houston Community College (HCC), Houston, Texas.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Nisa dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas. Kak Nisa ini orangnya baik hati dan tidak sombong karena selama proses seleksi beasiswa CCIP ini, Kak Nisa lah yang selalu jadi tumpuan buat saya untuk bertanya dan curhat. So, feel free to ask her!

7. Daris Fajar Ramadhan

Yes, it’s me 😀 Akhirnya kita berjumpa lagi. Kalau saya mewakili Bogor, Jawa Barat di CCIP ini. Saya lulus dari pendidikan diploma di Politeknik Negeri Jakarta pada bidang Perancangan Teknik Mesin.

Setelah lulus, saya bekerja sebagai Staff Design Engineer di PT Panasonic Manufacturing Indonesia. Saya akan belajar memperdalam ilmu desain teknik mesin pada bidang studi Computer-Aided Design di Valencia College, West Campus, Orlando, Florida.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama dengan saya, boleh tanya-tanya dan menghubungi saya dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas atau kalian juga bisa mengunjungi beberapa sosial media yang sudah tertera di halaman blog ini. Doakan saya agar studinya lancar ya gaes!

8. Ditha Marentantia Rimadiputri

Kak Ditha ini sebenarnnya orang Bandung, tapi karena lama merantau ke Bali, jadilah anak Bali tulen, hehehe. Dulu, Kak Ditha ini memulai karirnya dari pendidikannya di bidang kuliner yang diperolehnya di

Bandung. Makanya kalau liat feed instagramnya, banyak foto-foto Kak Ditha lagi di kitchen menghias-hias makanan gitu, maklum saya stalkingin feed instagramnya sampai habis. Saya selalu merasa kagum sih sama Kak Ditha karena sudah pernah ke Amerika ikutan program pendidikan gitu, terus ke Jerman juga. Beda banget kan kaya saya yang bagaikan bubuk rangginang ini, hahaha. Di CCIP ini Kak Ditha akan belajar mengenai Business Management and Administration di College of DuPage, Glen Ellyn, Illinois.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Ditha dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

9. Dwi Lestiana Nendar Yoko

Kakak Dwi yang cantik dan mirip kungfu panda ini asalnya dari Pontianak, Kalimantan Barat. Sebelum ikut CCIP ini, Kak Dwi bekerja sebagai penyiar radio dan seorang produser program di sana.

Keren banget ya! Kak Dwi ini orangnya rame, heboh, dan paling bisa menghidupkan suasana. Jadi, kalau hati kalian lagi sedih dan gundah gulana, bisa banget nih curhat sama kakak cantik yang satu ini. Dijamin hati kalian akan makin sedih, wkwkwkwk.
Awal-awal ikut seleksi CCIP ini saya juga sering gangguin Kak Dwi untuk tanya-tanya kalau ada yang gak ngerti. Kak Dwi ini lulusan sarjana Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Tanjungpura, Pontianak. Nanti di Amerika, Kak Dwi akan belajar di Houston Community College (HCC), Houston, Texas untuk memperdalam ilmu Social Media Marketingnya di bidang Media.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Dwi dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

10. Herlina Rianty

Sekarang giliran Kak Herlina. Kak Herlina ini berasal dari Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Di CCIP tahun ini, Kak Herlina jadi satu-satunya applicant yang mendaftar pada program pertanian atau agrikultur.

Wiiih big applause for her! Reaksi yang sama juga diperlihatkan perwakilan dari US Embassy Jakarta yang sempat hadir di hari pertama PDO pada waktu itu. Kak Herlina ini orangnya asik, seru, dan ngeselin karena selalu pamer-pamer foto liburan jadi saya a little bit envy gitu kan, wkwkwk. But anyway, Kak Herlina ini satu grup dengan saya pada saat culture performance di malam kedua PDO dan ternyata penampilannya gokil bukan main gaes.
Kak Herlina akan memperdalam ilmuya dibidang agrikultur di kampus Kirkwood Community College, Cedar Rapids, Iowa untuk membantu mengembangkan usahanya sendiri. Kak Herlina ini adalah founder dan pemilik restoran mushroom di Palangka Raya. Hebat banget ya!
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Herlina dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

11. Hizbur Rahman

Abang ganteng yang mirip banget sama Tom Hardy ini berasal dari Padang, Sumatra Barat. Bang Hizbur ini adalah seorang pegawai di PT Taspen di Jakarta. Bang Hizbur ini termasuk partner saya yang gak pernah dapat

allowance akomodasi dan tiket pesawat selama proses seleksi CCIP karena sama-sama tinggal di Jakarta. Di acara buka bersama sebelum wawancara visa Mei lalu, Bang Hizbur jadi tour guide buat teman-teman semuanya dan ngajak kita semua bukber di depan bawaslu. Padahal isu di bawaslu lagi panas-panasnya waktu itu, hahaha.
Bang Hizbur ini akan melanjutkan studinya di Houston Community College (HCC), Houston, Texas pada bidang Business Management and Administration.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Bang Hizbur dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas. Dan kalau gak salah, Bang Hizbur ini sudah pernah beberapa ikut seleksi CCIP dan di tahun 2019 ini menjadi tahun yang indah buat bang Hizbur. Jadi, kalian bisa jadikan Bang Hizbur ini sebagai penyemangat dan sosok yang menginspirasi buat teman-teman semuanya.

12. Junus Marthin Albertho Kbarek

Sebelum ketemu Bang Junus, saya kira saya termasuk yang paling muda di antara grantee yang lain. Tapi setelah ngobrol, ternyata saya gak sendirian, hahaha. Bang Junus ini asalnya dari Raja Ampat, Papua.

Bang Junus pernah mengenyam pendidikan di bidang Arsitektur di Institut Teknologi Sepuluh November. Kebayang dong gimana pintarnya Bang Junus ini.
Bang Junus akan belajar pada bidang Business Management and Administration di Bunker Hill Community College, Boston, Massachusetts. Bang Junus ini jadi inspirasi saya banget, soalnya kuliahnya di ITS terus rumahnya di Raja Ampat, selain itu di CCIP ini kebagian di Massachusetts yang punya universitas teknik terbaik di dunia, ya Allah sungguh nikmat yang tiada duanya.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Bang Junus dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

13. Khairur Rijal

Hello my very first time roommate in CCIP! Hahaha, maklum gak pernah dapet akomodasi, sekalinya dapet langsung sekamar sama anak Pontianak yang keren banget satu ini. Kak Rijal ini adalah seorang Pelatih Tim Debat

Bahasa Inggris di SMAN 4 Pontianak. Selain itu, Kak Rijal juga mengajar Bahasa Inggris di Excellent Studio English di Pontianak sana.
Kak Rijal ini anaknya seru abis sih, gak bisa kalau gak seru-seruan kalau lagi bareng dia. Orangnya gampang akrab dan enak banget untuk diajak curhat. Selain itu juga, udah banyak banget prestasi yang Kak Rijal dapatkan. Mulai dari jadi Duta Bahasa Kalimantan Barat, terus ikutan Pertukaran Pelajar, terus aktif di organisasi PCM Kalimantan Barat, dan juga sudah melanglang buana ke India. Keren ya!
Nanti di Amerika, Kak Rijal bakalan sekolah di Northen Virginia Community College (NVCC), Alexandria Campus, Virginia untuk belajar tentang Human Resources and Leadership Development.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, kalian harus banget dan wajib hukumnya untuk tanya-tanya dan menghubungi Kak Rijal dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

14. Ikrim Maizana

Ukhti cantik yang satu ini berasal dari tanah Minang, Padang, Sumatra Barat. Pertama ketemu Kak Ikrim ini pada saat buka bersama semalam sebelum wawancara visa di Jakarta dan first impressionya adalah cantik,

lugu, baik hati, dan lain-lain. Tapi ternyata tidak seperti itu Fergusho! Saya dapat kesempatan untuk satu grup di malam culture performance dan kita berada di salah satu scene yang sama di malam itu. Dari awal lathan sampai tampil beneran, ternyata Kak Ikrim ini begitu luar biasa. Saya jadi semakin kagum sama Kak Ikrim ini.
Kak Ikrim ini akan belajar mengenai Pendidikan Anak Usia Dini atau Early Childhood Education di Northen Virginia Community College (NVCC), Alexandria Campus, Virginia untuk mengembangkan karirnya mengenai pengajaran anak-anak usia dini.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Ikrim dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

15. lvana Andriani Tuati

Kalau yang satu ini namanya Kak Ivana, asalnya dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Saya salut banget sama Kak Ivana pas main peran sebagai Bawang Merah di malam culture performance, aura

keibuannya keluar, galak galak gurih gimana gitu, hahaha. Kak Ivana juga semangat banget mau naik MRT, jadi saya juga senang banget ajak Kak Ivana dan teman-teman yang lain nyobain moda transportasi MRT baru di Jakarta. Satu lagi yang saya suka adalah kamera hp nya bagus, jadi kalau Kak Ivana ngajakin foto bareng, saya langsung buru-buru deketin Kak Ivana, hahaha.
Kak Ivana ini akan belajar di Bunker Hill Community College, Boston, Massachusetts selama di Amerika. Di sana Kak Ivana akan belajar mengenai Pendidikan Anak Usia Dini untuk mengembangkan karirnya ketika pulang ke Indonesia nantinya. Kalian jangan macem-macem sama Kak Ivana, beliau ini lulusan Teknik Kimia dari Institut Teknologi Adhi Tama, lho. Keren kan!
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Ivana dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

16. Mici Eka Wontini Maniagasi

Satu lagi perwakilan dari Jayapura, Papua, let’s call her Kakak Mici! Kak Mici ini termasuk yang jarang ikutan foto bareng karena selain rumahnya jauh di Papua sana, kalau datang ke venue selalu paling malam karena

harus menempuh perjalanan yang sangat panjang. But anyway, saya salut banget sama Kak Mici ini, Kak Mici selalu aktif dan ceria serta menyebarkan semangat dimana pun dia berada. Kak Mici selalu pintar menyumbang ide-ide nyentrik dan penuh totalitas. Saya seneng banget bisa jadi pasukan ranger bareng Kak Mici, hehehe.
Di Amerika nanti, Kak Mici akan belajar mengenai Pendidikan Anak Usia Dini di Northen Virginia Community College (NVCC), Alexandria Campus, Virginia.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Mici dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

17. Natalius Fillep Marani

Kak Natalius atau lebih akrab dipanggil Kak Teis ini berasal dari Timika, Papua. Pertama kali ketemu Kak Teis ini di kantor AMINEF waktu mau wawancara visa di US Embassy di Jakarta. Ternyata Kak Teis ini orangnya

ramah dan bisa diajak bercanda juga. Saya kagum banget sama Kak Teis ini karena dari cerita beliau ternyata istrinya juga alumni CCIP dan tahun 2019 ini jadi giliran Kak Teis untuk berangkat. What an inspirational person!
Kak Teis akan belajar memperdalam ilmu Media di Kirkwood Community College, Cedar Rapids, Iowa agar bisa mengembangkan karirnya sebagai Professional Web Developer. Keren banget, ya!
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Teis dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

18. Nur Hayyu Supriatin

Mari perkenalkan Kak Hayyu dari Sorong, Papua Barat. Kak Hayyu ini adalah sorang Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Muhammadiyah Sorong. Sebelum ikut CCIP, Kak Hayyu ini bekerja

bersama UNICEF dan UNIMUDA pada program-program yang fokus pada pemberdayaan pendidikan usia dini untuk anak-anak di wilayah yang masih kurang terjangkau. Saya salut banget sama kakak yang satu ini karena Kak Hayyu ini sering banget involved sama project-project-nya UNICEF dan semacamnya. Kalau lihat feed instagramnya yang kebanyakan bantu anak-anak di bidang pendidikan, saya jadi terkagum-kagum. Sungguh menginspirasi saya bahkan saya rasa akan menginspirasi kita semua.
Kak Hayyu akan belajar di Mesa Community College (MCC), Mesa, Arizona untuk memperdalam ilmunya di bidang Pendidikan Anak Usia Dini. Setelah lulus dari program CCIP, Kak Hayyu akan membagikan pengetahuan dan pengalamnnya kepada para orang tua dari anak-anak di wilayah terpencil di Papua Barat.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Hayyu dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas, sekalian kepoin feed instagramnya, hehehe.

19. Ria Irma Pratiwi

Kalau kakak cantik yang satu ini namanya Kak Ria. Kak Ria ini berasal dari Bandar Lampung, Sumatra. Gak heran pas malam culture performance Kak Ria kelihatan sungguh menawan karena pakai mahkota

Menara Siger di atas kepalanya. Kalau ngomongin perkara bisnis dan kawan-kawannya, Kak Ria ini patut diacungi jempol. Karena selain itu, di CCIP ini pula Kak Ria akan memperdalam ilmu bisnisnya melalui program studi Entrepreneurship and Project Management di College of DuPage, Glen Ellyn, Illinois.
Sebelumnya Kak Ria ini lulus dari Institut Bahasa Teknokrat dengan menyandang gelar Sarjana di bidang Bahasa Inggris. Jadi, sudah gak perlu diragukan lagi dalam kemampuannya berbahasa Inggris. Kemudian sebelum CCIP, Kak Ria bekerja di perusahaan trading bidang agrikultur di Bandar Lamung.
Bagi teman-teman yang mau berdiskusi masalah bisnis dan berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh banget tanya-tanya dan menghubungi Kak Ria dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas. Siapa tau ketularan pinternya dari Kak Ria, yekan.

20. Siti Hajerah

Kakak yang satu ini sering banget tulis namanya jadi St Hajerah, makanya kita sering banget salah sebut namanya kalau lagi diskusi di grup WhatsApp. Well, let’s call her Kak Acha. Kenapa gitu? Ikutin aja pokoknya, hahaha.

Kak Acha ini berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Kak Acha ini jebolan Bahasa Inggris dari Universitas Hasanuddin. Kak Acha ini adalah seorang boradcaster kondang dari sebuah stasiun radio di Makassar sana. Kak Acha juga sedang merintis channel youtubenya sembari melatih kemampuan broadcasting-nya.
Kak Acha akan mempelajari bidang studi jurnalistik untuk memperdalam kemampuan broadcastingnya dan memperbanyak pengalaman di bidang media dan jurnalistik di kampus Scottsdale Community College (SCC), Scottsdale, Arizona.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Acha dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas. Jangan lupa juga untuk men-support channel YouTube Kak Acha dengan mengklik tombol subscribe di channel YouTube Proud Makassarese ya!

21. Toni Sitania

Bicara soal abang kece yang satu ini, bisa dibilang dia ini abang yang paling dituakan di antara 25 orang lainnya. Perkenalkanlah Bang Toni yang saya sendiri belum yakin dari mana Bang Toni ini berasal, wkwkwk.

Tapi kalau dilihat dari pakaian adat yang Bang Toni pakai saat malam culture performance, Bang Toni ini asalnya dari Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Teman-teman harus banget kenal sama abang yang sebenarnya asli orang Ambon ini. Bang Toni ini kerjaannya traveling melulu gaes. Kalau lihat feed instagramnya, duh bikin ngiri tujuh turunan. Bang Toni juga paling seru kalau diajak diskusi, pembawannya santai, asyik, gurih-gurih gimana gitu.
Bang Toni yang fokus di bidang tourism ini punya cita-cita untuk mengembangkan marketing, hospitality, dan information technology di dunia per-tourism-an. Di Amerika, Bang Toni akan belajar mengenai Tourism and Hospitality Management di College of DuPage, Glen Ellyn, Illinois.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Bang Toni dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

22. Triono

Kak Triono atau sering dipanggil Kayon ini asalnya dari Kudus, Jawa Tengah. Kakak yang paling sering pakai bandana hijau ini adalah satu-satunya teman saya yang apply di bidang studi yang sama di

CCIP ini, yaitu bidang Applied Engineering. Sebelum ikut CCIP, Kak Triono ini bekerja sebagai Electronics Technician di perusahaan elektronik asli Indonesia yang punya brand Polytron.
Selama di Amerika dalam program CCIP ini, Kak Triono akan belajar mengenai Electrical Technology di kampus Northampton Community College (NCC), Northampton, Pennsylvania. Selain jadi satu-satunya temanku yang satu bidang studi, Kak Triono ini juga menjadi satu-satunya CCIP grantee dari Indonesia yang akan belajar di kampus NCC.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Triono dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

23. Wa Ode Muliana

Perkenalkanlah wanita yang cantik satu ini, namanya Kak Wa Ode atau biasa dipanggil Kak Uly. Kak Uly ini berasal dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Tahun 2019 ini adalah tahun kedua di mana Kak Uly mencoba ikut CCIP.

Perjuangannya dalam mendaftarkan dirinya di program CCI ini patut diacungi sepuluh jempol. Bahkan, apabila kisah perjuangannya dituliskan ke dalam sebuah novel, akan jadi buku yang laris di jual di pasaran.
Kak Uly ini lulus dari program Bahasa Inggris Universitas Ikhsanuddin dan bekerja pada bidang marine tourism di World Wide Fund (WWF) Indonesia. Kak Uly adalah partner sekolah saya nanti di Valencia College, West Campus, Orlando, Florida untuk belajar mengenai Tourism and Hospitality Management untuk mempromosikan sustainable tourism di Indonesia.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Uly dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

24. Wahyuni Khairunnisa

Kak Yuni yang lucu, imut, bolo-bolo, dan mirip Princess Jasmine di film Aladdin ini berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Kak Yuni orangnya asyik, seru, gokil, dan periang. Saking periangnya jadi sering bikin

orang meriang akan ketulusan hatinya, eaaaa. Dulu Kak Yuni ini belajar di Universitas Tanjungpura pada bidang Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan melanjutkan karirnya sebagai tenaga pendidik di sekolah usia dini.
Kak Yuni akan memperdalam ilmunya tentang Early Childhood Education di Mesa Community College (MCC), Mesa, Arizona. Sudah lucu, pintar, mengayomi anak-anak pula. Anak-anak aja disayang apalagi kamu, eaaaa hahaha.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Yuni dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

25. Weny

Ini dia Kak Weny yang kalang kabut waktu ngurus pendaftaran dokumen online visa karena namanya hanya satu suku kata. Kak Weny ini asalnya dari Makassar, Sulawesi Selatan. Tapi karena urusan pekerjaan, jadi

Kak Weny berdomisili di Jakarta, itulah kenapa saya sudah kenal Kak Weny ini bener-bener dari tahap awal ngurus berkas CCIP ini. Kak Weny ini pokoknya teman seperjuangan saya banget lah. Dari mulai ngurus dokumen ke jasa penerjemah, ngurus medical check up, ngurus vaksinasi, dan sebagainya. Big thanks juga to Kak Weny yang sudah menemani dan menyelamatkan saya di RS Tebet, pokoknya hanya saya, Kak Weny, CCIP 2019/2020 grantees, dan tuhan yang tahu, hahaha.
Kak Weny akan belajar tentang Media di Northen Virginia Community College (NVCC), Annandale Campus, Virginia selama mengikuti program CCI ini di Amerika nanti. By the way, Kak Weny ini lulusan jurusan Hubungan Internasional dari Universitas Hasanuddin, Makassar lho.
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Weny dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.

26. Windy Stella Wangania

The last but not least, please welcome Kak Windy from Manado, Sulawesi Utara! Kak Windy yang jago banget nge-dance ini punya cerita tersendiri yang gak kalah inspiratifnya loh gaes. Kak Windy sudah beberapa kali

ikut CCIP dan alhamdulillah di tahun 2019 ini menjadi tahun yang bahagia untuk Kak Windy. Perjuangannya di setiap tahap begitu penuh dengan canda, tawa, dan tangisan macem film drama korea. Momen yang paling bikin aku senang bukan main adalah ketika di ruang interview visa di US Embassy Jakarta, yang mana seketika itu Kak Windy beres diwawancara sambil nangis dan semua langsung peluk Kak Windy. Bener-bener momen yang akan pernah bisa dilupakan.
And then, Kak Windy ini bakalan belajar mengenai Business Management and Administration dan berfokus pada Entrepreneurship and Small Business Management di Houston Community College (HCC), Houston, Texas. Cerita punya cerita, Kak Windy ini sedang mengembangkan usahanya di bidang UKM. Hebat ya!
Bagi teman-teman yang berminat apply beasiswa CCIP di bidang yang sama atau berasal dari daerah yang sama, boleh tanya-tanya dan menghubungi Kak Windy dengan mengklik nama lengkap yang sudah tertera di atas.


Itulah profil singkat para penerima beasiswa CCI Program angkatan tahun 2019/2020. Semoga kisah-kisah singkat tentang mereka yang saya tuangkan di atas bisa menginspirasi kalian dalam hal apapun, termasuk sebagai persiapan untuk mendaftarkan diri ke program beasiswa CCI Program ini.

Saya sangat bersyukur bisa berada di antara mereka dan menjadi bagian dari mereka semuanya. Dengan latar belakang pendidikan dan kehidupan yang berbeda-beda, saya jadi bisa banyak belajar tentang hal apapun bersama mereka. Pokoknya sarangheo lah buat mereka semua yang sudah seperti keluarga baru buat saya ini.

Sekian artikel saya hari ini. Semoga bisa memberikan manfaat dan pengetahuan buat teman-teman semuanya. Sekali lagi, jika teman-teman ingin menghubungi ke-26 orang di atas, bisa langsung klik nama lengkap yang sudah tertera, ya.
Thank you for being patient reader.
Sampai ketemu di postingan berikutnya!

7 responses to “Profil Lengkap CCI Program Fellows 2019/2020”

  1. Nangis ya Allah 😭. And we’ve been throught it. Welcome new journey! Thanks for your nice words daris. Aku jadi ngakak dan nangis at the same time.

    Like

  2. Aku nangis dan ketawa at the same time dong. T.T.

    Like

  3. Hell, yeah. Ayo, ditunggu lagi cerita-ceritanya!

    Like

  4. […] Untuk sistem pembelajaran maupun aturan yang ada tergantung dari peraturan yang ditetapkan di community college-nya masing-masing. Jika teman-teman membutuhkan informasi tambahan mengenai gambaran kehidupan sehari-hari dari para penerima beasiswa CCI Program di setiap kampus di atas, teman-teman bisa cek di artikel blog Profil Lengkap CCI Program Fellows 2019/2020. […]

    Like

  5. […] Tugas selanjutnya pada masa brainstorming ini adalah mencari koneksi sebanyak-banyaknya. Koneksi ini bisa teman-teman peroleh dengan mencari kontak para alumni, mencari forum diskusi online mengenai CCI Program, atau mengajak teman-teman yang sama-sama tertarik agar bisa sharing ide satu sama lain. Cara ini akan sangat berguna di kemudian hari jika teman-teman mengalami kesulitan dalam melengkapi persyaratan atau akan membantu ketika teman-teman kebingungan atas instruksi yang diberikan pihak penyelenggara. Dengan bertanya kepada para alumni yang pastinya sudah berpengalaman, teman-teman akan lebih mudah dalam mengikuti proses seleksi tahap demi tahapnya. Percayalah bahwa proses seleksi beasiswa CCI Program ini akan sangat menguras tenaga, waktu, dan pikiran teman-teman semuanya, jadi penting sekali bagi teman-teman untuk bisa selalu bertukar pikiran atau hanya sekadar saling memberi semangat sehingga bisa menghilangkan stres. Jika teman-teman membutuhkan kontak para alumni CCI Program periode 2019/2020, bisa kepoin artikelku tentang profil lengkap mereka di sini ya. […]

    Like

  6. […] budaya, dan sesi berbagi informasi yang melibatkan beberapa alumni CCI Program sebagai mentor.Dua puluh enam orang Indonesia akan belajar selama satu tahun di berbagai community college di Amerika Serikat melalui Departemen […]

    Like

  7. […] Untuk sistem pembelajaran maupun aturan yang ada tergantung dari peraturan yang ditetapkan di community college-nya masing-masing. Jika teman-teman membutuhkan informasi tambahan mengenai gambaran kehidupan sehari-hari dari para penerima beasiswa CCI Program di setiap kampus di atas, teman-teman bisa cek di artikel blog Profil Lengkap CCI Program Fellows 2019/2020. […]

    Like

Leave a comment

Trending

Design a site like this with WordPress.com
Get started