
Halo! Apa kabar semua? Alhamdulillah punya kesempatan lagi untuk bikin tulisan di blog ini. Berhubung lagi kangen Amerika, jadi kali ini aku mau bahas tentang kegiatan liburanku sewaktu masa Winter break atau liburan musim dingin. Yup, dingin!
Setiap kampus dan negara bagian di Amerika punya timeline masing-masing mengenai tanggalan liburan musim dingin. Jadi, gak semua kampus bakalan mulai liburan di tanggal yang sama. Kebetulan jadwal kampusku di Orlando, Florida, punya jadwal yang sama dengan beberapa kampus temanku di Cedar Rapid, Chicago, dan Houston. Maka dari itulah, aku bisa berlibur bersama beberapa teman seperti yang teman-teman bisa lihat di foto di atas. Kebanyakan dari mereka sama-sama orang Indonesia, tapi ada juga yang dari Brazil dan India.
Liburan musim dinginku dimulai dari tanggal 17 Desember sampai dengan 27 Desember 2019, dan aku juga mengunjungi beberapa tempat yang berbeda. Untuk itulah, aku akan bagi tulisanku ini ke dalam beberapa bagian biar tidak kebanyakan dan teman-teman bisa nyaman membacanya.

Pada liburan kali ini, jumlah kami ada 10 orang dan kami sudah merencanakan liburan ini dari 2 bulan sebelumnya. Penting banget buat persiapin semuanya, mulai dari hunting tiket pesawat, booking tempat menginap, cari informasi tentang transportasi lokal, dsb, karena ini kan liburannya di negara orang, bukan di negara sendiri yang kalau nyasar tinggal minta tolong ke penduduk sekitar, wkwkwk.
Kami stay di San Francisco itu sekitar 3 hari 3 malam. Tempat yang kami pilih letaknya agak jauh dari pusat kota, tepatnya di Daly City, karena emang maunya cari yang murah, maklum budget mahasiswa, hahaha. Kalau gak salah, total biaya menginap di satu apartment selama 3 hari itu sekitar 900 dollar sekian. Artinya, harga sewa per malamnya 30 dollar sehingga per orang harus patungan sekitar 90 dollar. Tapi soal keuangan ini kayanya bakal aku bahas di satu artikel terpisah aja setelah semua tulisan tentang San Francisco selesai biar teman-teman bisa baca secara detail rinciannya sehingga bisa punya gambaran yang lebih baik lagi tentang biaya liburan di Amerika kaya gimana.

Karena berasal dari beberapa negara bagian yang berbeda, jadi otomatis jadwal keberangkatan kami juga berbeda-beda. Aku berangkat dari Orlando sendirian dan harus transit satu kali di bandara O’hare Chicago. Di sana aku ketemu kak Herlina, kak Ria, dan Joao, jadi kami berempat berangkat bareng dari sana ke San Francisco. Sedangkan teman-teman yang lain ada kak Dwi, kak Nisa, kak Windy, bang Ian, sama Arpita berangkat bareng dari Houston, Texas. Teman yang satu lagi, Jose, berangkat sendirian dari Chicago karena jadwal pesawatnya berbeda.

Setelah semuanya sampai dan bisa ketemu di apartment, kami berangkat ke supermarket untuk cari kebutuhan sehari-hari dan bahan makanan untuk perbekalan selama berlibur di San Francisco. Yang enak dari liburan rame-rame adalah kita bisa patungan untuk beli bahan makanan yang akhirnya bisa bikin kantong lebih irit sedikit. Dari sarapan sampai makan malam semuanya kami masak sendiri di apartment agar tidak perlu keluar biaya lagi untuk jajan-jajan di luar.

Tanggal 18 Desember pagi, kami bersiap-siap untuk memulai petualangan. Sebagaimana yang sudah didiskusikan semalam sebelumnya bahwa kami akan menuju bagian West Coast San Francisco di hari pertama ini. Tapi, apalah daya, ternyata beberapa menit setelah kami tiba di sana turun hujan. Akhirnya kami neduh sebentar di dalam toko oleh-oleh sebelum akhirnya memutuskan untuk menuju ke pusat kota sebagai rencana kedua.

Tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah Museum Maritim yang letaknya di pinggir pantai gak jauh dari tempat pertama tadi. Kami gak masuk ke dalam museumnya karena waktu itu sedang tutup gak tau kenapa. Jadinya kami hanya jalan santai aja di area sekitarnya sambil lihat-lihat pemandangan pantai dari jalan pedestrian sekaligus foto-foto.

Setelah puas main di pinggiran pantai, kami melanjutkan perjalanan ke arah atas museum di mana bisa terlihat beberapa bangunan pertokoan. Pada saat yang bersamaan juga, ternyata hujan akhirnya tiba di tempat ini. Jadi, dengan terpaksa kami harus berteduh lagi.

Karena waktu hampir mendekati jam makan siang, akhirnya kami memutuskan untuk makan siang terlebih dulu sambil menikmati pemandangan hujan yang sendu, alias sedih karena gak bisa jalan-jalan bebas, hahaha. Di dekat museum ada satu tempat untuk berteduh dan karena gak ada tempat duduk, akhirnya kami ngemper aja di situ. Baru deh setelah itu kami buka perbekalan yang kami bawa, ada nasi, sayur capcay, sama ayam bumbu rendang. Walaupun lagi di Amerika, budaya tetap harus kaya di Indonesia, makan nasi pakai tangan sambil ngemper, wkwkwk.

Setelah makan siang, alhamdulillah hujannya agak reda sedikit sehingga kami bisa melanjutkan perjalanan. Sayangnya di titik ini, kak Windy memutuskan untuk naik kereta wisata street car untuk menjelajah kota sehingga harus terpisah dari rombongan. Biaya untuk naik kereta tersebut adalah sekitar 7.00 USD per orang. Kemudian, 9 orang yang lain memutuskan untuk pindah ke tempat lain yang berbeda dengan berjalan kaki karena tempatnya tidak jauh dari museum.

Tibalah kami di persimpangan Fishermans Wharf. Jadi tempat ini tuh semacam pelabuhan atau dermaga gitu buat kapal-kapal berlabuh. Di sekitaran tugu seperti pada foto di atas ini banyak sekali rumah makan seafood dan toko-toko makanan lainnya. Kondisinya waktu itu jalanan basah dan langitnya agak gelap karena tadi turun hujan. Dari sini kami berjalan masuk ke arah dermaga (atau dramaga? gak tau yang bener mana wkwk).

Setelah masuk ke area dalam, ternyata ada museum yang berbentuk kapal gitu. Museum ini namanya World War II Museum Vessels yang isinya tentang informasi dan peralatan yang digunakan ketika perang dunia kedua menggunakan kapal. Di sebelah kapalnya juga ada satu lagi museum berbentuk kapal selam yang bisa dikunjungi.

Tepat di depan Museum Vessels tadi, ada tempat yang dinamakan Pier 45. Pier 45 ini merupakan sebuah bangunan tua yang dulunya digunakan untuk berlabuhnya kapal-kapal di San Francisco. Menurut mbah Google, di San Francisco sendiri terdapat total 92 Pier yang masih ada dan dirawat hingga saat ini. Di sekitar Pier 45 ini, kami foto-foto sebentar sambil menikmati pemandangan dermaga dan burung elang laut seagle, sebelum akhirnya terpaksa harus pindah karena turun hujan lagi.

Setelah drama lari-lari karena hujan, gak sengaja nemu toko pernak-pernik lucu gak jauh dari Pier 45. Akhirnya kami semua masuk ke toko itu untuk neduh dan akhirnya tanpa sengaja kalap beli oleh-oleh, hahaha.

Baru satu hari liburan, udah belanja oleh-oleh aja, wkwkwk. Emang kalau liat barang-barang lucu tuh tangan jadi gatel pengen beli. Tapi, ternyata harga pernak-perniknya juga murah-murah kok, dan pilihannya juga beraneka ragam mulai dari gantungan kunci, magnet kulkas, postcard, sampai jaket sekalipun. Harganya juga bervariasi, ada yang $1 dapet 3 item, ada yang $3, sampai ada yang puluhan dollar kaya kaos dan boneka. Terbilang murah dan gak bikin kantong jebol kok gais, yang penting jangan dikonversi ke rupiah aja biar gak nangis bombay, hahaha.

Setelah puas berbelanja di toko oleh-oleh, gak sadar ternyata hujan sudah berhenti, alhamdulillah. Sekitar pukul 3 siang waktu setempat, kami melanjutkan perjalanan ke arah selatan dermaga untuk mendekati pusat kota menggunakan alat transportasi lucu yang kaya di gambar di atas, namanya street car. Ngomongin soal transportasi, kami gak perlu repot-repot bayar lagi setiap kali naik bis atau alat transportasi publik yang lain karena di San Francisco sendiri tersedia paket tiket harian yang bisa digunakan untuk semua moda transportasi tanpa batas seharian penuh.

Tibalah kami di satu bangunan bernama Ferry Building atau dikenal juga dengan Port of San Francisco. Tempat ini merupakan semacam pelabuhan di mana masyarakat bisa menaiki kapal feri untuk menyebrangi laut untuk menuju pulau sebrang dari titik ini. Bangunannya bagus banget dari luar, Amerika rasa Eropa. Makanya kami foto-foto dulu di sini dan lumayan cukup lama.

Pemandangan di dalam gedung juga tidak kalah menarik karena kami disuguhkan dengan suasana pasar modern bak mall yang ada di Indonesia. Pertama kali masuk, wangi harumnya roti langsung bisa tercium karena banyak sekali kedai yang menjual aneka pastry. Ada juga toko pakaian, buah, kedai kopi, dan lain sebagainya. Kami membeli beberapa gelas kopi untuk meghangatkan badan dan berkeliling sebentar untuk melihat-lihat keseluruhan sudut bagian dalam bangunan.

Di bagian luar bangunan di sisi yang lain ada lahan parkir yang cukup luas dengan pemandangan yang lumayan indah. Kami senang sekali karena di sana akhirnya kami bisa melihat matahari pada hari itu. Bye-bye hujan!

Di lahan parkir tersebut juga terdapat monumen Mahatma Gandhi yang cukup menarik. Di situ kami bisa membaca sedikit informasi mengenai beliau yang cukup edukatif. Teman-teman tau kan siapa beliau? Yup! Beliau adalah tokoh politik dan aktivis dari India.

Tepat di depan monumen Mahatma Gandhi, terdapat pemandangan indah dari San Francisco Oakland Bay Bridge. Suananya sangat sepi dan menenangkan, cocok banget untuk relaksasi dan piknik. Ada beberapa teman yang masih berenergi untuk foto-foto, ada juga yang duduk di bangku sekitaran patung Mahatma untuk istirahat.

Kebetulan ada perempuan sendirian di tempat yang sama yang keliatannya pengen foto-foto tapi gak ada teman yang bantuin untuk ngambilin foto. Karena aku orangnya baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung, yaudah akhirnya aku sapa dan tawarin bantuan. Setelah aku bantuin ambil foto, akhirnya kita berdua ngobrol deh. Lumayan bisa latihan ngomong Bahasa Inggris sekaligus kenalan. Sambil menyelam minum air, eaaaaa….

Karena sudah cukup lama di Ferry Building, akhirnya kami berpindah tempat lagi ke tujuan terakhir untuk masuk ke wilayah perkotaannya sekalian ketemu kak Windy yang dari tadi sudah pisah dengan rombongan. Naik bis sebentar, nyampe deh di pusat kota.

Waktu itu sekitar pukul 5 sore kami tiba di pusat kota. Temperatur udara di luar semakin dingin karena sedang winter, ditambah hujan dan sudah mau malam, sekitar 9 derajat celcius. Memang di San Francisco ini kami tidak bisa melihat salju karena iklim di sini termasuk sub tropis dan ada di dekat pantai dan perairan.

Sebenarnya tidak banyak yang kami lakukan di pusat kota karena kondisinya sudah cukup gelap dan cuaca cukup dingin di luar. Kami menghabiskan waktu sekitar satu jam di kedai kopi Starbucks untuk menikmati kopi sambil ngobrol-ngobrol lucu.

Agenda kami yang terakhir adalah belanja. Sebetulnya kami tidak punya rencana sama sekali untuk belanja di pusat kota karena khawatir harganya mahal dan bikin barang bawaan makin banyak aja selama berlibur, maklum kami ini kan backpackers. Akan tetapi, di perjalanan pulang ke arah halte bis menuju apartment, kami melihat banyak sekali toko yang sedang melakukan flash sale akhir tahun dan membuat para perempuan ini tergiur dengannya. Alhasil, lebih kurang 2 jam kami menghabiskan waktu untuk berburu diskon di salah satu toko yang ada di sana. Aku sama bang Ian sih cuman nunggu aja duduk-duduk di depan toko sambil ngobrol.

Akhirnya, sekitar pukul 9 malam mereka semua selesai berbelanja dan kami akhirnya menuju halte bis untuk pulang ke apartment. What a day to start for our holiday! Walaupun sepanjang hari diguyur hujan, tapi tidak membuat liburan hari pertama kami di San Francisco berantakan. Kami sangat senang dan menikmati hari pertama kami di San Francisco dengan segudang pengalaman baru yang bisa kami lakukan bersama.
Penasaran ada cerita apalagi, ke mana ,dan ngapain aja di hari kedua liburan kami di San Francisco? Tunggu postingan selanjutnya ya! 😁
Thank you for being patient reader.
Sampai ketemu di postingan berikutnya!




Leave a comment