Halaman sampul buku (dokumentasi pribadi)

Halo, semuanya! Bagaimana kabarnya? Semoga dalam keadaan sehat dan selalu dilindungi tuhan kita masing-masing, ya! Amin… Sudah agak lama juga nih aku gak nulis di blog ini 😁 dikarenakan oleh banyak hal, seperti kesibukan kuliah, magang, volunteering, dan kemalasan, hahaha!

Jadi, pada kesempatan kali ini, aku mau coba bikin seri ulasan buku yang sudah aku baca di blog ini. Tujuannya adalah supaya aku gak malas dan kehilangan ketertarikan untuk baca buku. Selain itu, aku harap dengan adanya tulisan-tulisan ulasan buku di blog ini, blog ini bisa selalu keep updated sehingga bisa terus teman-teman ikuti supaya gak malas juga untuk baca buku. Semoga bermanfaat ya! Kalau gitu yuk kita langsung aja jump into the review!

Pengantar Buku

Di tulisan pertama pada seri ulasan buku ini, aku mau coba ceritain buku karangan Carrin Fu yang berjudul The Philosophy of Crayon yang aku bisa rekomendasikan ke teman-teman semua untuk kalian baca juga. Buku ini termasuk dalam katergori buku pengembangan diri cetakan pertama tahun 2019 oleh TransMedia Pustaka. Aku gak tau apakah buku ini punya versi dalam bahasa lain selain Bahasa Indonesia atau enggak, tapi aku beli dan baca yang versi Bahasa Indonesia nya. Buku ini berjumlah 146 halaman dengan ukuran kertas buku B5 seperti pada umumnya.

Bagian sampul belakang buku (dokumentasi pribadi)

Seperti yang teman-teman bisa lihat pada gambar di atas, sepanjang buku ini teman-teman semuanya bakal disuguhkan dengan tulisan-tulisan yang kaya akan warna dan ilustrasi layaknya krayon. Seluruh isi buku ini diibaratkan dengan krayon sebagaimana judulnya sehingga membuat buku ini cukup menarik untuk dibaca. Diawal sebelum aku beli buku ini, aku berpikir bahwa bukunya akan membahas tentang kehidupan manusia yang unik dan beragam pada lingkungan masyarakat, berbeda warna tapi indah seperti krayon. Tapi……..

Halaman pengantar buku (dokumentasi pribadi)

Walaupun di halaman yang awal-awal memang benar membahas tentang manusia secara garis besar, ternyata buku ini lebih menekankan bagaimana kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi agar kita bisa terus hidup bahagia selamanya. Yang bikin aku nyaman ketika membaca buku ini adalah bahasanya yang santai, gak terlalu berat, dan mudah dimengerti karena kosakata yang digunakan sangat familiar dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari.

Di salah satu halaman, Carrin Fu menulis “……kamu ini krayon warna apa?”. Lalu terbesitlah dibenakku, apakah aku bakalan bisa tau krayon warna apa yang paling cocok dengan personaliti dan karakterku? Apakah nanti akan ada penjelasan dari setiap warna krayonnya? Untuk tau jawabannya, teman-teman bisa baca terus sampai akhir artikel kali ini ya, hehehe 😊

Penuh dengan Warna

Salah satu faktor yang bikin aku gak bosen untuk terus baca bukunya adalah karena tulisannya yang didesain gak monotone. Dalam setiap paragraf selalu ada beberapa kata yang ditulis dengan warna dan font tertentu layaknya mirip dengan jika kita menulis menggunakan krayon. Karena itulah, aku bisa menyelesaikan untuk baca bukunya hanya dalam waktu 2 hari saja.

Salah satu halaman di dalam buku (dokumentasi pribadi)

Gambar di atas itu adalah halaman favorit aku dalam seluruh isi buku ini. Aku suka halaman ini karena apa yang ditulis di situ benar-benar ‘ngena’ dalam hati dan pikiranku. Ketika aku baca di halaman tersebut, aku sampai berhenti untuk baca berulang-ulang agar maknanya bener-bener bisa aku serap dan cerna dengan baik. Menurutku, tulisan di halaman tersebut adalah apa yang saat ini kebanyakan terjadi pada lingkungan bermsayarakat. Terkadang orang lain suka banget mencampuri urusan orang lain dan sering kali mereka itu masuk terlalu jauh. Banyak orang suka berspesikulasi terhadap cara pandang dan pendapat orang lain terhadap suatu hal. Dengan membaca buku ini, aku jadi sadar bahwa untuk menjadi bermanfaat dan disukai oleh orang lain, kita harus jadi orang yang bisa memberikan manfaat dan menyukai diri kita sendiri terlebih dulu. Gimana caranya? Ya teman-teman kudu banget baca buku ini juga, hehehe.

Ilustrasi gambar pada buku (dokumentasi pribadi)

Selain tulisannya yang unik, buku ini juga memiliki cukup banyak ilustrasi yang digambar menyerupai krayon yang bikin mata aku adem liatnya. Aku secara personal memang suka menggambar, jadi liat gambar-gambar seperti ini bikin refresh otak aja gitu rasanya. Selain itu, buat teman-teman yang punya kesulitan untuk baca buku, bisa banget nih coba baca buku ini karena dari gambar-gambar tersebut juga mempresentasikan apa yang sedang dibicarakan di halaman tersebut. Oh iya, ini aku buat ulasan sekadar mau sharing aja siapa tau bisa bermanfaat, bukan karena aku mau marketing bukunya sama kalian lho, hahaha 🤪

Halaman tentang manajemen waktu (dokumentasi pribadi)

Kata-Kata Mutiara

Satu hal lagi yang bikin buku ini istimewa adalah adanya halaman khusus yang menuliskan beberapa kata-kata kutipan mutiara yang bikin aku tambah semangat untuk terus baca bukunya, dan mungkin bisa bermanfaat juga buat kehidupan aku secara nyata. Ini salah satu contoh kata-kata mutiara yang aku suka banget dari buku The Philosophy of Crayon ini.

Pintar atau bijaksana? (dokumentasi pribadi)

Sebagian besar dari apa yang tertulis pada halaman-halaman berlatar belakang hitam itu cukup bikin aku kaya ‘waaaah, bener banget ini sih’ gitu loh. Di sisi lain, aku juga kaya jadi bisa mengintropeksi diri aku apakah aku udah jadi orang yang baik atau belum buat orang lain. Pokoknya dengan baca buku ini, aku bisa lebih semangat lagi untuk terus memperbaiki diri aku ke depannya. Yuk kita sama-sama jadi orang baik ☺️☺️☺️

Quotes yang lainnya (dokumentasi pribadi)

Gak kerasa banget pas baca buku ini, tau-tau udah beres aja. Seneng sih bisa ketemu sama buku yang materinya cukup ringan dan mudah dimengerti kaya yang satu ini. Buku ini bener-bener ngajarin aku untuk terus memperbaiki diri dengan sebaik-baiknya agar kita bisa hidup dengan nyaman dan selalu bahagia, no matter what!

Nah, intinya, kalau kita mau orang lain memperlakukan kita dengan baik, kita harus baik dulu terhadap mereka. Hukum karma itu kan berlaku di dunia ini, jadi jangan pernah jahat sama orang ya. Selain itu, kita sebagai manusia adalah makhluk sosial yang artinya kita akan selalu hidup bergantung kepada orang lain juga. Tapi, bukan berarti jalan dan cara hidup kita harus ditentukan oleh orang lain dari bagaimana mereka mengkritik dan berpendapat terhadap diri kamu. Saran-saran yang sekiranya bermanfaat untuk diri kita memang mudah kita diterima, tetapi buku ini juga mengajarkan kita untuk bisa me-manage pendapat orang lain agar bisa kita olah menjadi racikan kehidupan yang baik bagi kita sendiri. Yang paling penting itu adalah untuk bisa bahagia menjalani hidup kita sendiri, bukan menjalani hidup yang bikin orang lain bahagia.

Bagian akhir buku (dokumentasi pribadi)

Segitu dulu aja tulisan ulasan bukunya kali ini ya. Aku berharap bahwa teman-teman bisa mengambil sedikit banyak manfaat dari apa yang sudah aku tulis pada artikel ini. Kalau teman-teman mau baca bukunya tanpa membeli, boleh juga pinjam sama aku dengan cara hubungi aku lewat DM di Instagram ya. Nanti aku akan usahakan kirim ke teman-teman secara gratis kalau jaraknya masih memungkinkan, hehehe 😊

Aku juga punya channel YouTube yang bahas tentang digital art yang aku gambar sendiri sebagai hobi aku. Jangan lupa dicek, ya! Kalau boleh, tolong support dengan menonton videonya, kasih komentar, dan subscribe 😊😊😊 Terima kasih banyak! Sampai ketemu lagi…..

Leave a comment

Trending

Design a site like this with WordPress.com
Get started