Pemandangan dari Jendela Japan Airlines Rute Narita – Los Angeles

Tak terasa waktu yang sudah ditunggu-tunggu pun tiba. Pengorbanan panjang dan perjuangan yang melelahkan akhirnya memberikan hasil yang sempurna. Tanggal 18 Juli 2019 adalah tanggal keberangkatan saya dari Jakarta ke Orlando melalui Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang menuju Bandara Internasional Orlando, Orlando, Florida dengan pilihan rute transit sebanyak dua kali di Bandara Internasional Narita, Tokyo, Jepang dan di Bandara Internasional Los Angeles, LA, United States. Dengan segenap rasa gembira ini, saya ingin berbagi pengalaman saya pergi ke luar negeri untuk yang pertama kalinya.

Cerita singkat sebelum hari keberangkatan saya adalah melalukan beberapa persiapan seperti berbelanja bahan makanan Indonesia yang saya kira tidak akan ada di Amerika. Saya pikir jikalau ada pun mungkin harganya akan sangat mahal dan saya tidak mungkin akan membeli itu dengan uang saya punya di sana. Selain itu, saya juga membeli beberapa barang-barang yang diperlukan untuk melakukan aktivitas selama saya di Amerika dan pihak AMINEF pun menyarankan beberapa barang yang wajib untuk dibawa, di antaranya adalah 2 suitcase atau koper masing-masing ukuran 20 dan 24 inci, sepatu formal, satu set pakaian adat Jawa Barat, kacamata cadangan, softlens, tas, buku, dan beberapa barang yang lainnya. Kemudian tepat 1 hari sebelum keberangkatan, saya harus datang ke AMINEF Office di Intiland Tower lantai 11 untuk menghadiri briefing singkat mengenai keberangkatan. Pada briefing itu pula pihak AMINEF memberikan beberapa paket berkas dan bekal ongkos ke setiap penerima beasiswa CCI sebesar $150. Alhamdulillah…

Pre-departure Briefing di AMINEF Office

Setelah selesai briefing di kantor AMINEF pada pukul 14.00 WIB, saya langsung menuju ke rumah untuk melanjutkan sedikit persiapan mengenai barang bawaan untuk perjalanan saya. Saya tiba di rumah sekitar pukul 19.00 WIB dan semua anggota keluarga sudah menunggu di rumah. Di sana ada Bapak, Ibu, dua Kakak perempuan, satu Adik laki-laki, 5 orang Keponakan, dan dua Kakak ipar. Suasana di ruangan selalu ramai dan seru saat semuanya berkumpul bersama. Saya melakukan persiapan tambahan dan cek and re-check barang bawaan sampai pukul 23.00 WIB. Di saat yang lain sudah tidur, saya harus tetap terjaga karena harus menyesuaikan juga dengan waktu di Orlando yang perbedaannya sebanyak 11 jam. Latihan penyesuaian waktu itu akan sangat berguna untuk mengurangi efek jetlag ketika nanti tiba di tanah Paman Sam. Tepat pada pukul 00.15 WIB tanggal 18 Juli 2019, saya membangunkan semua orang di rumah dan mengajak semuanya untuk bersiap-siap. 30 menit kemudian semuanya sudah siap dan kami memulai perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Tiba di Terminal 3 dan Menunggu Teman

Sekitar pukul 02.15 WIB dini hari, saya dan rombongan tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Sebelum menuju ke sini, saya dan keluarga menjemput Kak Uly di Hotel Ibis Budget Bandara; bagi yang belum tau, Kak Uly ini adalah partner saya selama nanti sekolah di Orlando. Di Terminal 3 pun saya akan bertemu dengan dua orang teman saya yang akan datang melepaskan kepergian saya (wkwkwk), ada Ihsan dan Mira. Mereka rela datang di waktunya orang shalat tahajud hanya untuk bertemu saya sebentar. Saya yang jadi bingung mau kasih oleh-oleh ke mereka apa nanti ketika sudah kembali ke Indonesia, hahaha…

Karena Boarding Time pesawatnya jam 06.20 WIB, jadi saya harus masih menunggu sampai waktu check in dan counter dibuka dua jam sebelum keberangkatan. Di waktu inilah saya manfaatkan untuk ngobrol dan mengambil beberapa foto bersama di bandara. Sambil makan pisang dan beberapa perbekalan kecil yang dibawa dari rumah, kami semua duduk-duduk ngantuk di area lobi Terminal 3 bandara.

Keluarga Satu RT Datang Mengantar

Setelah menunggu kurang lebih 4 jam di bandara, akhirnya waktu boarding pun menanti. Sebelum masuk ke pesawat, saya masih harus melewati bagian imigrasi yang akan memvalidasi keabsahan paspor dan visa saya. Setelah urusan imigrasi selesai, barulah saya meneruskan perjalanan menuju pintu boarding pesawat that was really exiting!

Tidak Lupa Berfoto Ria Sebelum Masuk Pesawat

Setelah masuk pesawat, eng ing eng… ternyata saya dan Kak Uly duduk sebelahan! Beruntungnya kita (hahaha). Selain itu, saya dapat duduk tepat di pinggir sisi jendela. Ditambah ini perjalanan pertama saya ke luar negeri naik pesawat dan harus transit pula dimana saya belum pernah sama sekali punya pengalaman. Bisa bingung dan kaya anak ilang kan kalau pergi sendiri. Kalau ada teman setidaknya bisa ngobrol dan bisa ngomong pakai Bahasa Indonesia, wkwkwk…

Di Dalam Pesawat Japan Airlines CGK – NRT

Perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Narita memakan waktu sekitar 7 jam 50 menit dengan penerbangan langsung. Jadi, selama itulah saya dan Kak Uly harus duduk manis di kursi pesawat. Selama perjalanan, saya melakukan beberapa kegiatan seperti membaca buku, ngobrol dengan Kak Uly, ngemil perbekalan dari rumah, makan roti dan makan sarapan dari yang dikasih pramugari, tentunya ambil beberapa gambar untuk stok postingan sebulan ke depan, dan yang pasti TIDUR! (hahaha) karena di waktu ini bertepatan dengan waktu tidur di Orlando, jadi sudah harus dibiasakan soal perbedaan waktu.

Untuk makanan dan pelayanan selama perjalanan saya bilang so far so good sih, mungkin yang agak mengganggu adalah cita rasa makanan khas Jepang seperti mie dan kuah miso yang menurut saya gak enak banget (wkwkwkwk), maklum lidah sudah terbiasa dengan permicinan dan kawan-kawannya. Untuk bagian cerita ini, mungkin akan saya tulis dalam postingan yang berbeda untuk memberikan review secara lebih detailnya.

Pemandangan Tokyo dari Dalam Pesawat Sebelum Landing

Setelah perjalanan panjang yang cukup melelahkan, akhirnya saya pun tiba di Bandara Internasional Narita, Tokyo, Japan. Sayangnya, pesawat kami mengalami delay di udara selama lebih kurang 50 menit sehingga menyebabkan pesawat beserta penumpangnya terlambat landing. Begitu keluar dari pesawat, saya dan Kak Uly berlari mencari gate pesawat selanjutnya karena waktu transit kami di Bandara Narita hanya selama satu jam, dengan dikurangi delay 50 menit, maka waktu kami hanya tersisa 10 menit untuk check in dan boarding ke pesawat selanjutnya. Untungnya saat kami tiba di Gate 62, antrian masih panjang dan hal itu memberikan tambahan 10 menit untuk saya dan Kak Uly. Oleh karena itu sebelum boarding, kami tidak lupa untuk berfoto ria dan kebetulan ada warga Jepang yang menawarkan diri untuk membantu ambil foto.

Foto Sebelum Masuk Pesawat Lagi

Sebelum menuju Orlando, saya dan Kak Uly harus naik pesawat tujuan Los Angeles. Dari Tokyo ke Los Angeles membutuhkan waktu perjalanan selama lebih kurang 9 jam 20 menit melalui penerbangan langsung. Pada perjalanan ini pula, kami akan melalui perbatasan time zone di Samudra Pasifik. Ketika take-off dari Bandara Narita, waktu lokal di sana sekitar pukul 17.50 yang berarti akan memberikan pemandangan langit malam yang gelap. Sehingga dalam perjalanan ini saya memutuskan untuk tidur lebih lama dari perjalanan sebelumnya. Tentunya saya tidur setelah cemilan dan makanan diberikan oleh pramugari agar lebih nyenyak. Kebetulan saya dan Kak Uly lagi-lagi duduk sebelahan dan saya duduk di sebelah jendela pesawat.

Tak terasa waktu telah berlalu dan akhirnya kami pun tiba di Bandara Internasional Los Angeles pada pukul 13.50 waktu setempat. Terasa sedikit aneh awalnya karena setelah sekian lama perjalanan, saya masih berada di hari yang sama dan mengalami kemunduran waktu dari malam kembali ke siang hari. Alhamdulillah di Los Angeles ini kami punya waktu selama dua jam untuk bersantai dan sedikit mengeskplor area bandara. Tapi sebelum kami bisa menuju gate di mana kami akan masuk pesawat, saya dan Kak Uly harus melalui proses imigrasi dan pengecekan keamanan yang begitu panjang dan ketat. Proses ini diperlukan bagi siapa saja yang memasuki wilayah Amerika Serikat pertama kalinya sebelum melanjutkan perjalanan ke negara bagian yang lainnya.

Pemandangan Burung Terbang American Airlines di Bandara LAX

Tepat pada pukul 15.35 waktu Los Angeles, gerbang boarding pesawat nomor 50 pun di buka. Saya dan Kak Uly segara ikut antrian untuk masuk ke dalam pesawat. Pesawat dari Los Angeles ke Orlando kali ini menggunakan American Airlines. Perjalanan kali ini memakan waktu sekitar 5 jam 20 menit. Saya dan Kak Uly akan tiba di Bandara Internasional Orlando, Florida pada pukul 23.50 waktu Orlando. Dikarenakan antara negara bagian Los Angeles dan Flordia memiliki perbedaan waktu selama 3 jam, itulah mengapa waktu tiba kami di Orlando terlihat lebih lama dari total durasi perjalanannya.

Pemandangan Los Angeles dari Atas Pesawat Setelah Take-Off

Setibanya di Bandara Orlando, saya dan Kak Uly segera menuju tempat pengambilan bagasi dan pindah terminal menuju bagian kedatangan menggunakan kereta bandara yang cukup membingungkan karena Bandara di Orlando ini cukup besar dan hal tersebut disebabkan oleh wilayah Orlando yang terkenal sebagai pusat kota dan pariwisata negara bagian Florida. Sesampainya di area pengambilan bagasi, koordinator kami yang baik hati, Mr. Brad Jones sudah siap sedia menjemput saya dan Kak Uly. Oleh karenanya, kami langsung menuju area parkir dan segera menuju apartemen masing-masing. Selama lebih kurang 40 menit perjalanan, sekitar pukul 01.20 waktu setempat; akhirnya saya dan Kak Uly pun tiba di kompleks apartemen, dan Mr. Brad pun pulang setelah mengantar kami berdua. Tidak lama setelah itu, saya pun pergi tidur untuk mempersiapkan jiwa dan raga menghadapi aktivitas pukul 09.00 pagi yang sudah menanti.

Begitulah cerita singkat perjalanan saya keluar Indonesia untuk yang pertama kalinya. Semoga bisa memberikan manfaat dan pengetahuan buat teman-teman semuanya.
Thank you for being patient reader.
Sampai ketemu di postingan berikutnya!

2 responses to “Perjalanan Pertama ke Luar Negeri. United States, I’m Coming!”

  1. […] Setelah lebih kurang 7 bulan berkecimpung dengan berkas-berkas persyaratan dan proses seleksi, akhirnya dengan ijin Allah, saya bisa berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan kuliah. Perasaan saya senang bukan main karena tidak pernah terpikir saya beneran bisa berangkat ke Amerika Serikat. Banyak hal baru yang bisa dipelajari dan dinikmati selama saya tinggal di Amerika Serikat. Selain itu, pertemanan dengan mahasiswa-mahasiswa internasional membuat pengalaman sekolah di luar negeri menjadi sangat tak terlupakan. Buat teman-teman yang mau tau bagaimana cerita perjalanan pertama saya dari Indonesia ke Amerika Serikat, bisa cek di sini ya. […]

    Like

  2. […] Setibanya di Orlando, Amerika, pada Jumat dini hari waktu itu, sekitar pukul 3 pagi, tanggal 18 Juli 2019, aku dan semua partisipan langsung harus datang ke kampus jam 9 pagi untuk menghadiri orientasi. Jadi waktu itu aku cuman istirahat sebentar aja. Bener-bener gak dikasih libur atau istirahat yang cukup (wkwkwk). Orientasi ini bukan orientasi resmi dari kampus, melainkan orientasi yang diberikan khusus untuk penerima beasiswa program CCI ini. Orientasi dilaksanakan selama satu minggu full dari hari Jumat sampai ketemu Jumat lagi di pekan depannya. Tujuan orientasi ini adalah untuk penyesuaian hidup di Amerika, pembukaan akun bank, pengenalan lingkungan sekitar, dan masih banyak yang lainnya. Kalau belum baca gimana perjalanan pertamaku ke Amerika, yuk cek di sini! […]

    Like

Leave a comment

Trending

Design a site like this with WordPress.com
Get started