Beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari Sabtu tanggal 8 Juni 2019, saya dan dua teman saya, Farhan (@ramadanfarhan) dan Indra (@indra23setiawan) pergi jalan-jalan ke Jakarta. Karena masih dalam momen libur lebaran 1440 Hijriyah, makanya mereka berdua sedang mudik untuk beberapa hari di Bogor dan Jakarta. Akhirnya kami sepakat untuk ketemu dan kumpul sebentar di Mal Taman Anggrek, Jakarta Pusat untuk main ice skating di sana. Saya pikir kayanya bakalan seru karena saya belum pernah sama sekali yang namanya main ice skating. Maklum tinggalnya di kampung jauh dari peradaban, hehehe….
Karena saya sedang tidak ada kendaraan pada saat itu, akhirnya berangkatlah saya dari rumah sekitar pukul 16.30 WIB bersama mamang Grab Bike yang setia. Ongkosnya lebih kurang 50 ribu plus dapat potongan harga 9 ribu, jadi total bayarnya 41 ribu. Pada saat itu kondisi jalanan sangat crowded sekali alias macet parah! Dari rumah menuju Stasiun Bogor naik ojek online menempuh 1 jam 30 menitan dalam perjalanan. Tepat pada pukul 18.00 WIB, saya tiba di Stasiun Bogor dan langsung beli tiket kereta serta masuk ke dalam area stasiun. Karena adzan Maghrib kebetulan sudah berkumandang, maka saya pergi ke Mushalla dulu untuk shalat Maghrib.
Selepas shalat Maghrib, saya langsung naik kereta tujuan Tanah Abang-Jatinegara, rencana awalnya adalah turun di Stasiun Gang Sentiong. Dari Stasiun Bogor hanya 3 ribu ongkosnya. Waktu tempuh naik kereta sekitar 2 jam. Karena kondisi cuacannya hujan mendadak, akhirnya saya turun di Stasiun Grogol, lalu dijemput oleh Indra dan Farhan. Belum sampai sekitar 15 menit naik motor sudah sampai di area Mal Taman Anggrek. Sampai di area parkir motor sekitar pukul 20.15 WIB.

Sumber : http://www.sukita.info/el/
Sesampainya di lobby Mal Taman Anggrek, kami langsung menuju ke lantai 3 di mana letak Sky Rink Jakarta berada. Ya, Sky Rink Jakarta adalah arena lintasan es buatan yang berada di dalam mal dengan luas area sekitar 1.248 m persegi yang diklaim sebagai arena ice skating terluas di Asia Tenggara.
Bagi teman-teman yang belum familiar dengan wahana es ini, Skry Rink Jakarta buka setiap hari dari Senin sampai dengan Minggu mulai pukul 09.00-21.30 WIB. Namun yang perlu teman-teman perhatikan, terdapat perbedaan kebijakan mengenai harga tiket masuk dan jadwal operasional pada hari kerja/weekday dan akhir pekan/weekend. Untuk weekday dikenakan biaya 95 ribu agar bisa bermain sepuasnya selama seharian penuh. Pada weekend, teman-teman harus membayar tiket masuk sebesar 125 ribu hanya untuk durasi main 2 jam saja. Biaya tersebut sudah termasuk biaya penyewaan sepatu luncur. Bagi teman-teman yang membawa barang bawaan harus dititipkan di loker yang tersedia di area Sky Rink dengan menyewa kunci loker sebesar 16 ribu. Jika teman-teman ingin menggunakan sarung tangan selama di arena juga disediakan oleh pihak Sky Rink dan teman-teman hanya perlu menyewa dengan membayar 15 ribu. Pada weekend, jika bermain di arena melebihi durasi 2 jam seperti yang sudah ditentukan, maka teman-teman harus membayar biaya overtime sebesar 9 ribu per jamnya.
Bagi teman-teman yang ingin pergi ke Sky Rink Jakarta ini, usahakan agar datang sebelum pukul 19.00 WIB pada weekday dan 20.30 WIB pada saat weekend karena waktu-waktu tersebut adalah batas akhir pembelian tiket masuknya. Saya, Farhan, dan Indra sampai di loket Sky Rink sekitar 20.23 WIB, akan tetapi loket sudah ditutup. Sedih banget kan ya jauh-jauh berangkat dari kampung jam 4 sore terus sampai sini tutup. Setelah Indra membujuk petugas penjaga dengan rayuan “hitam manis”-nya, akhirnya loket dibuka kembali dan kami diijinkan membeli tiket. Ternyata banyak juga orang yang ikut mengantre di belakang kami untuk membeli tiket. Karena arena hanya buka sampai pukul 21.30 WIB, maka kami hanya diijinkan main selama satu jam saja. Ya gapapa lah dari pada harus balik kanan terus bubar jalan, hahaha…

Setelah selesai membayar, teman-teman akan diberikan tiket kertas yag harus disimpan karena akan digunakan sampai teman-teman keluar dari area Sky Rink ini. Kemudian saya menuju area peminjaman sepatu luncur dan mengganti sepatu di area tempat duduk yang berada tepat di depan counter peminjaman sepatu luncur tersebut. Untuk pergi ke area loker maupun toilet, teman-teman tidak diperbolehkan menggunakan sepatu pribadi sehingga mengganti sepatu dan menggunakan sepatu luncur adalah hal pertama harus dilakukan. Setelah selesai semuanya, barulah saya menuju ke arena lintasan es yang ada di Sky Rink tersebut.

Alih-alih sangat merasa excited buat cobain main seluncuran di Sky Rink ini, ternyata pas udah dicoba sendiri susah bangeeeeet pemirsa! Wajarlah ya karena baru pertama, jadi agak ngeri-ngeri gimana gitu. 15 menit pertama belum berani ngapa-ngapain, masih liat-liatin orang lain sambil heran kok yang lain pada jago-jago banget (hahaha!). Sepatu luncurnya licin banget. Maju dikit salah, diem salah, condong ke belakang juga salah. Jadi di sini keseimbangan pikiran dan raga teman-teman benar-benar diuji (lebay banget sih ini). Setelah beberapa menit mengamati gerak-gerik orang di sekitar saya, akhirnya saya mulai mempelajari dan mempraktikkan apa yang orang lain lakukan. Awal-awalnya saya masih menyusuri daerah pinggiran arena yang ada pegangannya. Maju sebentar, jatoh. Maju lagi sedikit, kejungkel. Maju lagi ke depan, kepeleset. Memang main ice skating ini mengajarkan arti kehidupan yang sesungguhnya, kalau ada rintangan jangan pantang menyerah, kalau jatuh ya bangkit lagi, kalau sakit ya harus tetap semangat, biar bisa sukses, eaaaaa…..
Setelah beberapa saat, ternyata lama-kelamaan asyik juga main beginian. Sedikit-sedikit sudah bisa mulai tau harus ngapain dan harus gimana lah. Setelah sudah agak lancar, saya baru mulai berani untuk meluncur lebih jauh lagi. Saya mengitari arena es untuk mengambil beberapa lap, tapi ya tetap aja jatoh-jatoh juga ujungnya. Kaki kselo, tangan pengel, telapak tangan perih, pantat nyeri, celana juga basah. Seiring berjalanya waktu, saya juga sudah berani meluncur ke bagian tengah-tengah arena. Satu hal yang perlu teman-teman tau, jadi dalam meluncur di lintasan es ada peraturan untuk meluncur searah jarum jam saat di arena. Jadi, teman-teman tidak boleh meluncur ke arah yang berlawanan agar tidak menabrak dan membayahakan orang lain. Saya sempat ditegur oleh petugas yang berjaga di sana, maklum karena saya memang belum tau. Saya juga sempat menabrak anak kecil sampai kami berdua terjatuh karena saya tidak bisa memberhentikan sepatu luncurnya. Adik kecil tersebut sampai terluka dan berdarah di bagian sikut kanannya. Monmaap ya dik, semoga adik diberikan kekuatan selalu, amin.
Tidak terasa ternyata sudah satu jam kami berada di arena es yang ditutup oleh kaca mika layaknya akuarium itu. Petugas setempat akan mengumumkan melalui pengeras suara apabila waktu operasional sudah akan berakhir. Sebelum keluar meninggalkan arena lintasan es, saya, Farhan, dan Indra tidak lupa untuk ber-selfie ria. Kemudian kami bertiga kembali ke area loker dan mengembalikan sepatu luncur kepada petugas dan pergi meninggalkan area Sky Rink Jakarta.

Itulah cerita singkat mengenai pengalaman pertama saya mencoba bermain seluncuran di arena Sky Rink Jakarta. Bagi teman-teman yang memiliki rencana untuk bermain ice skating juga, saran dari saya adalah pakailah celana berwana gelap seperti cokelat atau hitam agar ketika terjatuh nanti basahnya tidak akan kelihatan. Selain itu, jika teman-teman memakai jaket, sweater, atau baju rangkap, lepas dan simpanlah di loker yang sudah teman-teman sewa karena di arena lintasan es teman-teman akan cukup berkeringat akibat banyak melakukan pergerakan badan. Bagi yang belum pernah atau belum terlalu mahir, bawalah sarung tangan sendiri agar tidak perlu menyewa karena ketika teman-teman terjatuh di es, telapak tangan teman-teman bisa terlindungi dari luka dan rasa perih. Saran terakhir adalah…. jangan malad untuk persiapkan fisik teman-teman sebelum main seluncuran es karena setelah selesai akan terasa pegal-pegal dan nyeri badan. Jadi biar bisa diminimalisir, setidaknya olahraga sebelum action di arena bisa dijadikan opsi.
Sekian artikel saya hari ini. Semoga bisa memberikan manfaat dan pengetahuan buat teman-teman semuanya.
Thank you for being patient reader.
Sampai ketemu di postingan berikutnya!





Leave a comment